Tuesday, October 11, 2011

PERENCANAANPEMBANGUNAN PETERNAKAN/Pertanian

PERENCANAANPEMBANGUNAN PETERNAKAN/Pertanian
Pembangunan Peternakan pada hekekatnya adalah upaya pemerintah dalam pemenuhan produk pangan asal hewan yang meliputi daging, telur dan susu untuk menyeimbangkan atau meningkatkan status gizi masyarakat sesuai dengan standar kebutuhannya (Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada, 2004).  Disamping upaya tersebut, peternakan dan pelaku pendukung lainnya sebagai pelaku utama kegiatan usaha tersebut harus memperoleh tingkat kesejahteraan yang optimal, memperoleh kepastian usaha dan berkelanjutan.

    Revitalisasi kebijakan pembangunan peternakan yang selama ini bersifat Top Down Policy, perlu diubah orientasinya menjadi bersifat Bottom Up Planning dan Top Down Policy. Artinya program pembangunan peternakan di tingkat nasional harus mendapatkan masukan dari daerah sesuai dengan semangat otonomi daerah. Hal tersebut juga terkait dengan berbagai kegiatan di bidang peternakan seperti perbibitan, penanganan penyakit terutama penyakit menular, keamanan pangan untuk dikonsumsi manusia, kebijakan ekspor impor ternak dan sebagainya yang masih merupakan tanggung jawab pemerintah pusat yang perlu dipahami oleh pemerintah daerah.

    Bibit dan benih ternak memiliki peran strategis karena hal tersebut merupakan awal dari proses budidaya. Kebijakan perbibitan diarahkan kepada ketersediaan bibit ternak yang bermutu dan bersumber dari ternak  asli Indonesia (plasma nutfah ternak lokal yang memiliki keunggulan komparatif) serta ternak impor yang digunakan dalam program persilangan (crossing), dengan melibatkan seluruh institusi baik di tingkat pusat maupun daerah, masyarakat, swasta serta stakeholders peternakan lainnya dengan memperhatikan kebutuhan baik di tingkat lokal, regional, nasional dan pengaruh global.

read more...

USAHA TERNAK DOMBA BIBIT

USAHA TERNAK DOMBA BIBIT
SATUAN TERNAK
            Domba dewasa            (  > 1 th )         = 0.14 ST
            Domba Muda              (  1/2 – 1 th )     = 0.07 ST
            Anak Domba               (  >  1/2 th )       = 0.035 ST
SYARAT BIBIT
Umur  : 1-1.5 th (2 gigi seri berganti)
            Tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, berat badan seperti berikut :
Bangsa
Domba
Tinggi
Pundak
Jt         Bt
(Cm)
Panjang
Badan
Jt       Bt
(Cm)
Lingkar
Dada
Jt      Bt
(Cm)
Berat
Badan
Jt       Bt
(Kg)
Domba Garut
Domba Ekor Gemuk
Domba Lokal
55    45
50    40
50    40
55    48
41    42
51    42
74    59
70    55
70    55
30    25
25    20
20    15
Syarat lain : sehat, tak bercacat
PERKEMBANG-BIAKAN
            Siklus birahi 17 hari, lama birahi 30 jam
            Masa bunting : 5 bulan
Masa menyusui anak : 2-3 bulan
                Masa kering kandang : ½ bulan
            Umur aktif bibit : 6 – 7 tahun
            Umur jual jantan/betina muda : 1 tahun
            Sex ratio kelahiran anak jantan/betina = 1/1
            Masa produktif induk 1 ½ - 6 tahun
            Kelahiran kembar terjadi sesudah 1 atau 2 kali melahirkan pertama kali
            Mortalitas :
                                    Ternak dewasa     ( > 1 th )    = 1 – 2 % / th
                                    Ternak muda        ( ½ 1 th)    =  5 – 8 % / th
                                    Anak                     ( < ½ th)   = 10 – 15 % / th
           
Lamb Crop = 100 – 125 % / th
MASUKAN FISIK
            Makanan Ternak
            1 ekor dewasa ( 0.14 ST ) = 5 kg rumput/hijauan segar/hari. Domba menyukai bahan kering dalam jumlah sedikit saja. Lebih banyak memakan rumput segar (60%) dari pada hijauan dedaunan segar (40%).

                Kandang
            1 ekor dewasa (0.14 ST) = 1 x 1.25 = 1.25 m2 luas kandang
           
Tenaga Kerja
            1 ekor dewasa (0.14 ST) = 2.2 HK/ th   (usaha intensif)
            1 ekor dewasa (0.14 ST) = 0.96 HK/ th (usaha extensif)

            Pengobatan
            1 ST (7 ekor dewasa) = 1 unit/th

            Breeding
            Umumnya pada domba belum ada Al, sehingga perlu pejantan. Jadi biaya breeding tak perlu lagi
read more...

Usaha Penggemukan Ternak Domba

USAHA PENGGEMUKAN DOMBA
Cara penggemukan domba sebenarnya tidak sulit. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan peternak agar usaha penggemukan ini Iebih menguntungkan.
BAKALAN
            Syarat Bakalan
                     Sehat, kondisi badan kurus atau sedang, ternak muda umur 6 bulan
                     Berar badan awal 10-20 kg/ekor
            Pertambahan Berat Badan
            Pertambahan berat badan setiap hari, tergantung dari bangsa domba, yaitu :
Bangsa Domba


Pertambahan Berat
Badan Sehari (kg)
Domba Kampung
Domba Ekor Gemuk
Domba Garut
0.10 – 0.15
0.10 -  0.15
0.15 – 0.25

FAKTOR PENGELOLAAN
            Masa penggemukan 3 – 5 bulan
            Berat jual tergantung dari permintaan pasar dan berkisar antara 15 – 45 kg/ekor
  Pengeberian jantan perlu dilakukan untuk mempertinggi pertambahan berat badan dan memperbaiki struktur lemak daging.
 Pemberian rumput/hijauan segar sangat perlu, karena domba tak begitu suka akan bahan kering. Makanan konsentrat perlu diberikan dalam ransum setiap hari
  Waktu penggemukan yang paling baik sewaktu domba berumur antara 5 – 12 bulan.

MASUKAN FISIK

            Makanan Ternak
            Rumput/hijauan segar = 10 % dari berat hidup sehari ditambah konsentrat/biji-bijian = 1.5 % dari berat hidup sehari.

            Tenaga Kerja
            1 ekor = 1.1 HK

            Pengobatan
            1 ekor = 1 Unit

            Lain-lain
            1 ekor = 1 Unit

HASIL FISIK

            Pertambahan berat badan selama masa penggemukan.
            Pupuk kandang : 1 ekor = 0.14 ton

            Catatan : Karkas domba adalah :
                                                            Domba Kampung            45%
                                                            Domba Ekor Gemuk       46%
                                                            Domba Garut                  47%
read more...